Review Jurnal

6:02 PM



Judul Jurnal              : Consulting Psychology as Creative Problem Solving Lessons From My
  First 3 Decades
Variabel X                   : Consulting Psychology
Variabel Y                   : Creative Problem Solving

            Selama 30 tahun, Thomas E. Backer meneliti bagaimana pemecahan masalah dalam dunia organisasi baik profit ataupun non-profit. Ia percaya terhadap ilmu behavioristik menguji prinsip-prinsip yang dapat membantu psikolog konsultasi (organisasi) dan klien mereka, dengan mengimplementasikan strategi perubahan yang efektif sebagai berikut:
-          Menguji dan menghadapi ketakutan dan pertahanan seseorang untuk berubah
-          Membangun rasa kepemilikan dan partisipasi terhadap sesama pemegan kekuasaan dalam sebuah komunitas ketika perubahan diperkenalkan
-          Membangun dan mempertahankan hubungan antar kelompok dan antar individu dalam komunitas yang membutuhkan kerjasama, dengan tujuan untuk mencapai tantangan perubahan
Mengaplikasikan keempat pendekatan ini berarti memahami dan mewujudkannya kedalam prinsip umum perilaku manusia, yang dimana prediktor terbaik perilaku di masa yang akan datang adalah perilaku masa lampa. Artinya dengan menganalisis perilaku masa lampau yang tidak berjalan baik seperti seharusnya membantu kita untuk mendapatkan pemecahan masalah yang baik.
Tahun 1970-an
Pelajaran pertama : Jangan pernah membuang segala sesuatu.
Cara kerja suatu perubahan membutuhkan perhatian terhadap setiap hal kecil, dengan menjadi observer yang memperhatikan orang-orang dan situasi, menggunakan apa yang telah dipelajari dengan cara yang kreatif untuk membantu organisasi menemukan solusi yang dibutuhkan untuk bergerak maju.
Pelajaran kedua : Penyelesaian mesalah dimulai melalui berhubungan dengan orang
Cara kerja perubahan berarti memobilisasi sumber daya untuk menyelesaikan masalah, dan salah satu yang paling efektif ialah melalu hubungan personal. Memulai semua penyelesaian masalah dnegan bertanya “Siapa yang saya kenal dan dapat membantu permasalahan ini?” dan melatih klien organisai melakukan hal yang sama.
Tahun 1980-an
Pelajaran ketiga: Apa yang telah kamu pelajari dari konsultasi organisasi profit dapat diaplikasikan pada organisasi non-profit dengan sedikit pengadaptasian.
Penulis mengalami bahwa perubahan yang terjadi dalam suatu organisasi tidak merubah segala sesuatu bentuk proses pemecahan masalah. Walaupun permasalahan yang dihadapi berebda, namun dengan sedikit pengadaptasian, pemecahan masalah tetap akan efektif.
Pelajaran keempat : Penyelesaian masalah yang kreatif seringkali dimulai dengan membangun jembatan antara psikologi dan bagian lain didunia.
Psikologi telah masuk dan menjadi bagian dalam setiap aspek kehidupan manusia, sehingga merupakan hal yang sangat efektif jika menganalisis dari sudup pandang psikologi sebagai pemecahan masalah yang ada.
Tahun 1990-an
Pelajaran kelima: Cara kerja perubahan dalam dunia non-profit butuh kesempatan yang besar.
Pelajaran keenam: Cara kerja perubahan bekerja lebih baik ketika menggunakan diri sendiri sebagai proses



Pengaruh kreativitas terhadap problem solving pada anak broken home.

12:25 AM

Dalam segala aspek kehidupan tidak selamanya ada prosedur yang tersedia dengan jelas untuk melakukan sesuatu. Bisa saja hanya berupa panduan, atau bahkan tidak ada panduan sama sekali, yang artinya memerlukan interpretasi pribadi untuk mencapi suatu tujuan. Interpetasi ini merupakan sebuah gagasan atau ide yang dihasilkan oleh pengalaman, pembelajaran, atau bahkan percobaan (trial and error). Interpretasi satu orang dengan orang lainnya pasti akan berneda dengan beragam keunikan yang dimiliki oleh tiap orang. Ketika interpretasi diaplikasikan untuk mencapai sebuah tujuan, hal ini dinamakan sebuah kreativitas. Secara garis besar Kreativitas merupakan kemampuan merealisasikan ide imaginatif yang ia miliki.
Apakah semua orang memiliki kreativitas? Banyak orang memandang bahwa orang yang memiliki kreativitas adalah mereka yang berkecimpung dalam dunia seni, seperti pelukis, penyanyi, penulis puisi, dan sebagainya. Menurut Conny R. Semiawan, kreativitas bukan hanya kemampuan menciptakan hal baru tapi juga modifikasi dari hal lama dan menerapkannya dalam pemecahan masalah (problem solving). Jadi dapat disimpulkan semua orang memiliki kreativitas, karena setiap orang pasti membutuhkannya untuk memecahkan suatu permasalahan.
Salah satu pembentuk kreativitas ialah pengalaman, baik ataupun buruk. Menurut penelitian bahwa perceraian memberikan efek yang berbeda-beda pada tiap anak. Ada yang menjadikan bentuk kesedihan karena perpisahan menjadi sebuah motivasi, adapun yang terlarut dalam kesedihan sampai memutuskan untuk mengakhiri hidup. Setiap anak memiliki proses sendiri hingga pada sampai pada titik pemecahan masalah. Hal ini membuat penulis merasa perlu untuk meneliti adakah kreativitas mempengaruhi problem solving pada anak broken home?

Popular Posts